Psikologi Warna & Trend

Sudah menjadi naluri setiap orang ketika dihadapkan kepada beberapa pilihan barang, warna menjadi salah satu pertimbangan yang akan muncul. Meskipun kemunculannya bisa jadi setelah menentukan pilihan akan beberapa aspek-aspek penting yang ada pada barang tersebut.
Untuk barang-barang jenis perkakas dan elektronik, aspek konsumsi listrik menjadi pertimbangan utama disamping itu spesifikasi atau fitur-fitur penunjang barang tersebut, kelebihan dan kekurangannya, juga faktor garansi
yang diberikan produsen. Sedangkan Warna untuk barang jenis ini akan ditentukan terakhir. Hal ini sama yang terjadi ketika orang membeli mobil, kendaraan bermotor maupun sepeda, tahapan proses memilih
kurang lebih sama. Namun bukan berarti Warna bukanlah hal yang vital sebagai daya tarik, untuk first impression
biasanya mengikuti perkembangan trend warna sangat dimungkinkan sebagai salah satu bagian utama dalam menciptakan desain produk tersebut, karena keterkaitannya dengan ikatan psikologis(baca: kesukaan dan kegemaran) seseorang.
Lain halnya dengan barang convenience good, citra warna pada barang ini terutama kemasan dibutuhkan hanya untuk membentuk awareness brand image dan ini tidak ada keterkaitannya dengan ikatan psikologis tersebut.
Nah, kalau di fashion… ini sih, tergantung sekali dengan apa yang disebut dengan ikatan psikologis tersebut. Bahkan seorang maniak warna hitam dengan relanya memenuhi almari bajunya dengan warna-warna hitam. Kalaupun ada warna lain pastilah hanya ada pada aksesoris-aksesoris yang bakal ia kenakan. Hitam disini hanyalah sebagai contoh saja, ada ungu, biru, merah dan masih banyak warna lain. Meskipun begitu pertimbangan model tetap salah satu penentu juga. Disamping kemudian harga.

Untuk barang furniture?? wah ini lebih kompleks… biasanya tidak lepas dari dua kriteria ini yaitu fungsionalis dan dekoratif, secara fungsionalis memang furniture ini mempunyai fungsi atau kegunaan sedangkan dari segi dekoratif yaitu selain memiliki fungsi yang jelas namun bentuknya yang cantik jelas akan memperindah hunian anda dari sisi dekorasi. selanjutnya adalah dari segi bentuknya, lalu bagaimana bentuk yang bagus? tidak ada patokan dalam memilih furniture yang bagus, namun yang di tekankan disini adalah bentuk yang ideal adalah bentuk yang
selaras dengan hunian tersebut, sebagi contoh untuk pemilihan furniture rumah minimalis hendaknya jangan memakai furniture yang terlalu memakan banyak space, sehingga membuat rumah terlihat lebih sempit dan sumpek.

Dalam memilih furniture biasanya menentukan terlebih dahulu konsep yang akan diusung, sehingga furniture yang akan digunakan akan lebih senada antara yang satu dengan yang lain, selain itu pilihan bahan furniture yang awet seperti kayu jati, sehingga bisa menghemat dana untuk membeli furniture untuk jangka yang panjang,
Tapi tidak berarti takut untuk membeli furniture yang memiliki harga yang murah, dengan membiasakan diri dengan istilah “cantik itu tak harus mahal”. Hal ini tergantung selera kita apakah suka melakukan perombakan dalam jangka pendek atau panjang dikarenakan faktor “kebosanan” juga. Dan yang lebih penting, pertimbangan warna sangat dominan sekali beriringan dengan hal tersebut di atas.

(Bersambung… Furniture & Dekorasi itu satu Dunia)

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s